Minggu, 13 Agustus 2017

Kalimat Perbendaharaan Surga

🌕 Kalimat Perbendaharaan Surga

📜 Dalam sebuah hadits disebutkan

*عن أبي موسى رضي الله عنه قال قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم ألا أدلك على كنز من كنوز الجنة فقلت بلى يا رسول الله قال لا حول ولا قوة إلا بالله. متفق عليه*

“Dari Abu Musa radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepadamu sebuah perbendaharaan di antara sekian perbendaharaan surga?”

Aku menjawab : “Tentu wahai Rasulullah.”

Beliau mengatakan : Yaitu kalimat

*لا حول ولا قوة إلا بالله*

“Tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan izin dan kehendak Allah.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

☀ ️Ketika menjelaskan hadits tersebut, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan :

Karena di dalam kalimat ini terkandung peniadaan segala daya dan kekuatan kecuali dengan izin dan kehendak Allah Azza wa Jalla. Seorang manusia tidak memiliki daya dan kekuatan. Ia tidak memiliki daya dan kekuatan untuk mengubah dari satu keadaan ke keadaan lain kecuali dengan izin Allah Azza wa Jalla.

📢 Kalimat ini juga merupakan kalimat isti’anah (meminta pertolongan). Apabila ada suatu urusan yang menyulitkan dan memberatkan engkau, dan engkau pun merasa lemah untuk mengatasi urusan tersebut, maka katakanlah "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Niscaya Allah Ta’ala akan menolongmu untuk meyelesaikan urusanmu itu.

❗️ "Kalimat ini bukanlah kalimat istirja’ (yang diucapkan ketika ada musibah) sebagaimana yang dilakukan oleh banyak orang. Ketika disampaikan kepadanya adanya musibah tertentu, kemudian orang itu mengatakan "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Namun kalimat istirja’ adalah "Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun".

☑ ️Adapun kalimat ini adalah kalimat isti’anah. Jika engkau menginginkan agar Allah memberikan pertolongan-Nya kepadamu dalam suatu urusan tertentu, maka katakanlah "Laa haula walla quwwata illaa billaah".

📚  Syarh Riyadhush Shalihin, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah.

APA YANG DIFIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI

APA YANG DIFIKIRKAN ITULAH YANG AKAN TERJADI

"Suatu hari, Rasulullah saw menjenguk seseorang yang sedang sakit demam.
Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.

Beliau bersabda,
"Semoga penyakitmu ini menjadi penghapus dosamu".

Orang itu menjawab,
"Tapi ini adalah demam yang mendidih, yang jika menimpa orangtua yang sudah renta, bisa menyeretnya ke lubang kubur".

Mendengar keluhan orang itu, Rasulullah saw bersabda,
‘Kalau demikian anggapanmu, maka akan begitulah jadinya’.
(HR. Ibnu Majah)

Sungguh indah apa yang disabdakan Rasulullah saw.
Perhatikan pesan-pesan Rasulullah berikut ini :

"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya"
(HR. at-Tirmidzi)

"Salah satu kebahagiaan seseorang adalah keridhaannya menerima keputusan ALLAH."
(HR. Ahmad)

Jika kita memikirkan bahagia, maka kita akan bahagia.

Jika kita berpikiran sedih, maka kita menjadi sedih.

Jika kita berpikiran gagal, kita menjadi gagal

Jika kita berpikiran sukses, maka kita niscaya sukses.

Jika kita berpikiran sakit, kita juga menjadi sakit.

Jika kita berpikiran sehat, maka kita pun akan sehat.

Inilah *The Law of Attraction*, Hukum Tarik Menarik,  merupakan Sunnatullah yang berlaku di alam semesta.

You are what you think
Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

Selalulah berpikir yang positif dan jangan pernah biarkan pikiran negatif membelenggu otak dan kehidupan kita.

Jadi tetap semangat dan jangan pernah menyerah pada keadaan.

Tugas kita hanya 2, yaitu:
Berusaha optimal dan berdoa

Sedangkan selanjutnya itu karsa ALLAH SWT.

Nabi SAW bersabda:
"Ketika seorang hamba berkata Laa Haula Wa Laa Quwwata Ila Billah, maka ALLAH berfirman, "Lihatlah (hai para malaikat), orang ini telah menyerahkan urusannya kepadaKu".
(HR. Ahmad).